30 Pertanyaan ke Vendor Website Company Profile Sebelum Deal
Anda sudah shortlist 2–3 vendor website company profile. Sekarang saatnya meeting — tapi apa yang harus ditanyakan? Artikel ini berisi 33 pertanyaan terorganisir per kategori, lengkap dengan jawaban ideal dari vendor profesional dan red flag yang harus Anda waspadai. Bawa script ini langsung ke meja meeting.
33 pertanyaan ini dirancang untuk memisahkan vendor profesional dari yang abal-abal. Terorganisir dalam 6 kategori — Brief & Scope, Desain & UX, Development, SEO & Performa, Garansi & Support, serta Harga & Kontrak — setiap pertanyaan dilengkapi jawaban ideal dan red flag. Bawa script ini langsung ke meja meeting.
Kalau Anda belum yakin cara menilai vendor secara umum, baca dulu panduan tips memilih vendor website company profile sebagai fondasi evaluasi. Dan kalau Anda sudah merasa siap dari sisi konten dan materi, pastikan juga sudah cek checklist sebelum membuat website company profile sebelum lanjut ke tahap tanya-jawab ini.
Kenapa 33 pertanyaan? Karena dari riset SERP Indonesia, mayoritas artikel hanya menyediakan 5–12 pertanyaan umum — tidak cukup untuk menggali kompetensi vendor secara menyeluruh. Setiap pertanyaan di bawah dirancang untuk satu tujuan: memisahkan vendor profesional dari yang abal-abal. Kalau Anda sedang mencari jasa pembuatan company profile yang transparan, daftar pertanyaan ini bisa jadi standar evaluasi Anda.
Cara pakai artikel ini: setiap pertanyaan dilengkapi dua blok — ✅ jawaban ideal (apa yang seharusnya dikatakan vendor profesional) dan 🚩 red flag (respons yang harus membuat Anda waspada). Tidak semua jawaban vendor harus 100% match dengan jawaban ideal, tapi pola jawaban yang konsisten menunjukkan kompetensi. Satu atau dua red flag mungkin bisa dimaklumi — tapi kalau red flag-nya banyak, pikir dua kali sebelum deal.
Tips praktis: kalau Anda meeting dengan 2–3 vendor, gunakan pertanyaan yang sama untuk semua. Ini memudahkan perbandingan objektif. Catat jawaban mereka secara real-time — jangan mengandalkan ingatan.
1. Brief & Scope Proyek
Pertanyaan di kategori ini untuk memastikan vendor punya proses discovery yang jelas dan memahami kebutuhan bisnis Anda — bukan sekadar "terima brief, langsung kerja".
Q01: Bagaimana proses brief dan discovery di awal proyek?
✅ Jawaban ideal: Ada sesi kick-off atau discovery meeting, brief tertulis terstruktur yang harus diisi klien, dan dokumentasi requirement sebelum development dimulai. Vendor profesional biasanya punya template brief sendiri.
🚩 Red flag: Langsung minta konten dan mulai desain tanpa sesi discovery, atau "nanti saja kita diskusi sambil jalan." Tanpa brief yang solid, hasilnya pasti meleset — dan siapa yang disalahkan? Anda.
Q02: Siapa yang bertanggung jawab menyiapkan konten (teks, foto, video)?
✅ Jawaban ideal: Jelas dan transparan — klien siapkan semua konten, ATAU vendor bantu dengan biaya terpisah. Ada timeline pengumpulan konten dan siapa yang approve.
🚩 Red flag: Tidak jelas siapa yang handle konten, atau "kita pakai placeholder dulu, nanti diganti." Placeholder yang tidak pernah diganti adalah masalah klasik yang bikin website terlihat tidak profesional.
Q03: Berapa halaman yang termasuk dalam paket ini?
✅ Jawaban ideal: Jumlah halaman spesifik (misal 8–12 halaman), dengan daftar halaman yang termasuk (Home, About, Services, Contact, dll) dan yang tidak termasuk.
🚩 Red flag: Tidak ada batasan jelas, atau "tergantung kebutuhan" tanpa detail. Ini resep untuk scope creep dan biaya membengkak.
Q04: Apakah ada fitur atau halaman yang TIDAK termasuk dalam harga ini?
✅ Jawaban ideal: Transparan menyebutkan eksklusi — misalnya e-commerce, booking system, multi-language, atau integrasi CRM tidak termasuk dalam paket standar.
🚩 Red flag: "Semua sudah termasuk" tanpa daftar eksklusi yang jelas. Tidak ada proyek web yang benar-benar "semua termasuk."
Q05: Bagaimana proses revisi desain? Berapa kali revisi dan apa batasannya?
✅ Jawaban ideal: 2–3 kali revisi desain dengan definisi jelas: revisi = perubahan minor (warna, font, spacing), sedangkan scope change = perubahan major dengan biaya tambahan.
🚩 Red flag: "Revisi unlimited" — kedengarannya bagus, tapi biasanya berarti proyek tidak pernah selesai. Atau sebaliknya, tidak ada batasan revisi sama sekali dan semua perubahan dianggap scope change.
Q06: Apakah ada staging/testing environment sebelum website live?
✅ Jawaban ideal: Ya, ada staging URL untuk review sebelum launch. Klien bisa test semua halaman, form, dan fitur, lalu approve sebelum go-live.
🚩 Red flag: Langsung live tanpa staging, atau "nanti kita review setelah jadi." Ini beda dari estimasi timeline umum yang dibahas di artikel Berapa Lama Pembuatan — di sini fokusnya mengonfirmasi komitmen vendor untuk quality assurance, bukan durasi pengerjaan.
2. Desain & UX
Desain company profile bukan soal "bagus" secara subjektif — yang penting apakah desainnya profesional, sesuai brand, dan mudah dinavigasi oleh calon klien Anda. Pertanyaan di bawah ini menggali proses desain, siapa yang mengerjakan, dan bagaimana memastikan hasilnya benar-benar representatif.
Q07: Apakah desain custom atau menggunakan template/pre-made theme?
✅ Jawaban ideal: Jujur menyebutkan: custom design sesuai brand identity klien, ATAU template premium yang dikustomisasi. Yang penting transparan — keduanya valid, tapi harganya pasti berbeda.
🚩 Red flag: Mengklaim desain custom padahal template murah dari ThemeForest, atau tidak mau transparan soal ini. Cek sendiri dengan reverse image search screenshot desain mereka — hasilnya sering mengejutkan.
Q08: Boleh saya lihat portofolio website company profile yang pernah Anda buat?
✅ Jawaban ideal: Menunjukkan 3–5 portofolio live (bukan hanya screenshot) dengan penjelasan tantangan dan solusi per proyek. Lebih baik lagi kalau ada studi kasus lengkap.
🚩 Red flag: Tidak bisa menunjukkan portofolio relevan, hanya screenshot tanpa URL live, atau portofolio-nya website toko online padahal Anda butuh company profile.
Q09: Bagaimana proses wireframing dan approval sebelum development?
✅ Jawaban ideal: Ada fase wireframe/mockup yang harus di-approve klien secara tertulis sebelum development dimulai. Vendor profesional akan menggunakan tools seperti Figma untuk presentasi.
🚩 Red flag: Langsung coding tanpa wireframe, atau approval hanya lewat WhatsApp lisan. Tanpa dokumentasi approval, siapa yang benar saat terjadi perbedaan pendapat?
Q10: Apakah website akan dioptimasi untuk mobile-first atau responsive?
✅ Jawaban ideal: Mobile-first approach dengan testing di berbagai device dan browser. Bisa tunjukkan bukti mobile rendering yang baik di portofolio mereka.
🚩 Red flag: "Ya, responsive" tanpa penjelasan teknis lebih lanjut, atau portofolio mereka sendiri mobile-nya berantakan. Cek portofolio vendor langsung dari HP Anda.
Q11: Apakah ada user testing atau usability testing sebelum launch?
✅ Jawaban ideal: Ada minimal basic usability testing — bahkan sederhana seperti 3–5 orang dari tim internal yang bukan bagian dari proyek melakukan navigasi test.
🚩 Red flag: Tidak ada testing sama sekali, atau "desainer kami sudah berpengalaman, jadi tidak perlu testing." Pengalaman tidak menggantikan data — bahkan desainer senior pun bisa miss hal sederhana.
Q12: Siapa yang akan mengerjakan desain — designer senior, junior, atau freelancer?
✅ Jawaban ideal: Menyebutkan nama atau role designer yang akan handle proyek Anda, dan bisa diperkenalkan sebelum mulai. Vendor transparan tidak masalah memperkenalkan timnya.
🚩 Red flag: "Tim kami yang handle" tanpa bisa menyebutkan siapa, atau designer yang mengerjakan berbeda dari yang presentasi saat pitching. Bait-and-switch tim adalah red flag besar.
3. Development & Teknologi
Anda tidak perlu jadi programmer untuk bertanya soal teknologi. Pertanyaan di sini dirancang agar vendor profesional bisa menjawab dengan jelas, sementara vendor abal-abal akan kebingungan. Fokusnya bukan memamerkan pengetahuan teknis Anda — tapi menguji apakah vendor benar-benar paham apa yang mereka kerjakan.
Seorang vendor website company profile profesional seharusnya bisa menjawab semua pertanyaan teknis di bawah ini dengan percaya diri.
Q13: Teknologi/CMS apa yang akan digunakan, dan mengapa?
✅ Jawaban ideal: Rekomendasi spesifik (WordPress, Laravel, Next.js, dll) dengan alasan yang masuk akal sesuai kebutuhan bisnis Anda. Misal: "WordPress cocok untuk company profile karena mudah di-manage tim Anda."
🚩 Red flag: "Kami pakai WordPress untuk semua proyek" tanpa alasan, atau tidak bisa menjelaskan mengapa memilih stack tertentu. Satu ukuran tidak cocok untuk semua.
Q14: Siapa yang sebenarnya menulis kode — tim in-house, freelancer, atau outsource?
✅ Jawaban ideal: Tim in-house dengan nama dan role yang jelas. Bisa diperkenalkan sebelum kontrak ditandatangani.
🚩 Red flag: Outsource ke pihak ketiga tanpa disclose, atau tidak bisa menyebutkan siapa yang mengerjakan. Kalau outsource, siapa yang bertanggung jawab saat ada masalah?
Q15: Apakah source code dan repository akan diserahkan ke klien setelah proyek selesai?
✅ Jawaban ideal: Ya, 100% source code, repository (GitHub/GitLab), dan semua akses diserahkan ke klien. Tertulis hitam di atas putih di kontrak.
🚩 Red flag: Source code disimpan di server vendor, "kami yang manage untuk Anda," atau domain terdaftar di akun vendor. Ini pola vendor-lock-in — Anda tidak bisa pindah tanpa kehilangan website.
Q16: Bagaimana proses development — waterfall, agile, atau hybrid?
✅ Jawaban ideal: Metodologi jelas dengan milestone dan checkpoint. Misal: sprint 2 minggu dengan demo di akhir sprint, atau fase waterfall (desain → development → testing → launch) dengan approval di tiap fase.
🚩 Red flag: Tidak bisa menjelaskan proses development, atau "kita fleksibel saja" — yang biasanya berarti tidak ada proses sama sekali. Pertanyaan ini lebih teknis dari sekadar "berapa lama" — baca detail estimasi per tahap di artikel Berapa Lama Pembuatan.
Q17: Bagaimana Anda menangani security — SSL, firewall, protection dari malware?
✅ Jawaban ideal: SSL certificate (minimal Let's Encrypt gratis), firewall setup, regular security scan, dan hardening server. Ini standar, bukan fitur premium.
🚩 Red flag: "Server sudah aman" tanpa detail, atau SSL dianggap biaya tambahan. Di 2026, HTTPS adalah standar minimum — bukan upgrade.
Q18: Apa yang terjadi jika ada bug atau error setelah website live?
✅ Jawaban ideal: Ada masa garansi bug minimal 1–3 bulan dengan SLA response time. Bug kritis (website down, form tidak berfungsi) ditangani dalam 24 jam.
🚩 Red flag: Tidak ada garansi, atau "bug setelah live bukan tanggung jawab kami." Website yang baru live pasti ada bug — pertanyaannya vendor mau tanggung jawab atau tidak.
4. SEO & Performa
Website company profile yang tidak muncul di Google sama saja dengan tidak punya website. Pertanyaan di kategori ini memastikan vendor memikirkan SEO dan performa sejak awal — bukan sebagai afterthought yang ditambahkan belakangan. Sayangnya, banyak vendor yang mengabaikan aspek ini karena "itu urusan SEO specialist" — padahal SEO on-page dasar harusnya built-in sejak development.
Q19: Apakah SEO on-page dasar sudah termasuk dalam paket?
✅ Jawaban ideal: Ya, termasuk: meta title dan description, heading structure yang benar, alt text pada gambar, schema markup, XML sitemap, robots.txt, dan setup Google Search Console.
🚩 Red flag: "SEO nanti saja setelah launch" atau "SEO adalah biaya tambahan." SEO on-page dasar harus built-in sejak development, bukan ditambahkan belakangan.
Q20: Berapa skor Core Web Vitals / PageSpeed yang bisa dijamin?
✅ Jawaban ideal: Target spesifik: LCP di bawah 2.5 detik, INP di bawah 200ms, CLS di bawah 0.1. Vendor yang percaya diri akan tunjukkan skor PageSpeed portofolio mereka sendiri.
🚩 Red flag: "Website pasti cepat" tanpa angka, atau lebih parah — portofolio mereka sendiri skornya merah. Cek sendiri di PageSpeed Insights sebelum meeting.
Q21: Apakah Google Analytics dan Search Console akan di-setup?
✅ Jawaban ideal: Ya, termasuk setup GA4, Google Search Console, dan integrasi dengan dashboard yang bisa diakses klien secara mandiri. Data harus milik Anda, bukan vendor.
🚩 Red flag: Tidak termasuk, atau "nanti klien yang setup sendiri." Setup analytics 10 menit — kalau vendor tidak mau melakukannya, apa lagi yang mereka skip?
Q22: Bagaimana optimasi kecepatan loading website?
✅ Jawaban ideal: Bisa menjelaskan strategi: image compression, lazy loading, CDN, caching, minifikasi CSS/JS, dan optimasi database. Bukan hanya "hosting yang bagus."
🚩 Red flag: Tidak bisa menjelaskan strategi optimasi kecepatan, atau mengandalkan 100% pada hosting. Hosting bagus membantu, tapi optimasi tetap perlu dilakukan di level kode.
Q23: Apakah ada riset keyword atau hanya mengikuti brief klien?
✅ Jawaban ideal: Ada basic keyword research untuk menentukan struktur konten, meta data, dan heading — meskipun sederhana. Ini menunjukkan vendor memikirkan bagaimana website ditemukan, bukan hanya bagaimana website terlihat.
🚩 Red flag: Tidak ada riset keyword sama sekali, atau "kita ikuti kata kunci yang klien berikan." Vendor yang tidak tahu cara riset keyword berarti tidak paham SEO sama sekali.
5. Garansi, Maintenance & Support
Proyek website tidak selesai saat launch — justru setelah launch adalah saat kritis. Website yang tidak di-maintain akan semakin rentan terhadap serangan, bug, dan penurunan performa. Pertanyaan di kategori ini memastikan Anda punya safety net setelah website live, dan vendor tidak "lepas tangan" begitu proyek selesai.
Q24: Berapa lama masa garansi dan apa saja yang dicover?
✅ Jawaban ideal: Garansi minimal 3 bulan untuk bug dan defect. Garansi mencakup: bug fixing, minor adjustment, dan security patch. Durasi dan coverage jelas tertulis di kontrak.
🚩 Red flag: Garansi kurang dari 1 bulan, atau garansi hanya cover "jika website down" — yang artinya bug di form, layout berantakan, atau fitur tidak jalan bukan tanggung jawab mereka.
Q25: Apakah ada paket maintenance bulanan/tahunan setelah garansi habis?
✅ Jawaban ideal: Ada paket maintenance dengan harga transparan: update CMS dan plugin, security monitoring, backup rutin, dan minor content update. Harga tertera jelas.
🚩 Red flag: Tidak ada opsi maintenance sama sekali, atau harga maintenance tidak transparan dan baru diberitahu setelah kontrak ditandatangani. Website tanpa maintenance = website yang semakin rentan seiring waktu.
Q26: Bagaimana prosedur backup website? Seberapa sering dan di mana disimpan?
✅ Jawaban ideal: Backup otomatis harian atau mingguan, disimpan di lokasi terpisah dari server utama (cloud storage), dengan restore point minimal 30 hari ke belakang.
🚩 Red flag: "Backup dari hosting" tanpa detail lebih lanjut, atau backup tidak terjadwal. Hosting backup sering tidak cukup — Anda butuh backup independen.
Q27: Apa channel support yang tersedia dan berapa response time-nya?
✅ Jawaban ideal: Multiple channel (WhatsApp, email, atau ticket system) dengan SLA jelas: response 4–8 jam kerja untuk issue umum, 2–4 jam untuk critical issue.
🚩 Red flag: "Email saja" tanpa SLA, atau response time tidak dijanjikan. Saat website Anda down di Jumat malam, "kami balas Senin" tidak acceptable.
Q28: Apakah ada training atau dokumentasi untuk mengelola website sendiri?
✅ Jawaban ideal: Ada sesi training (1–2 jam) plus dokumentasi tertulis atau video untuk operasional harian CMS — edit konten, upload foto, tambah halaman.
🚩 Red flag: Tidak ada training, atau "tinggal login dan edit, gampang kok." CMS yang "gampang" bagi developer belum tentu gampang bagi tim marketing Anda.
6. Harga, Kontrak & Legal
Kategori terakhir — dan sering yang paling awkward untuk ditanyakan. Tapi ini pertanyaan yang melindungi Anda secara hukum dan finansial. Banyak bisnis owner yang skip kategori ini karena tidak enak atau merasa sudah percaya pada vendor. Jangan. Kontrak yang jelas melindungi kedua belah pihak — termasuk vendor yang benar-benar profesional.
Q29: Bisa saya lihat rincian harga per item (breakdown)?
✅ Jawaban ideal: Rincian detail: desain, development, content setup, SEO, testing, training, hosting setup — masing-masing dengan harga. Transparansi adalah tanda vendor profesional.
🚩 Red flag: Harga lump-sum tanpa breakdown, atau tidak mau memberikan rincian saat diminta. Kalau vendor tidak mau terbuka soal kemana uang Anda pergi, ada yang disembunyikan.
Q30: Apa saja yang TIDAK termasuk dalam harga ini? Biaya tersembunyi apa yang mungkin muncul?
✅ Jawaban ideal: Daftar eksplisit: domain tahun ke-2, hosting renewal, plugin premium, integrasi pihak ketiga, konten tulisan, foto profesional. Semua dijelaskan di awal.
🚩 Red flag: "Semua sudah termasuk" tanpa daftar eksklusi. Biaya tersembunyi yang paling sering muncul: domain renewal, hosting upgrade, dan plugin premium yang "wajib."
Q31: Bagaimana skema pembayaran — termin atau full di muka?
✅ Jawaban ideal: Skema termin yang adil: 30% di muka, 40% saat design approved, 30% saat launch. Pembayaran bertahap melindungi kedua belah pihak.
🚩 Red flag: Minta 100% di muka, atau skema termin yang timpang (misal 70% di muka). Vendor yang minta semua uang di awal punya leverage penuh — Anda tidak punya bargaining power.
Q32: Siapa yang memiliki hak atas kode sumber dan desain setelah pembayaran lunas?
✅ Jawaban ideal: Klien memiliki 100% hak atas source code, desain, dan konten. Hak cipta ekonomi diserahkan sepenuhnya ke klien. Tertulis di kontrak.
🚩 Red flag: Hak cipta tetap di vendor, atau "kami berikan lisensi penggunaan" bukan kepemilikan. Beda tipis secara bahasa, beda jauh secara hukum — Anda bisa kehilangan website jika hubungan dengan vendor rusak.
Q33: Apa ketentuan pembatalan kontrak dan apa yang terjadi dengan pembayaran yang sudah dilakukan?
✅ Jawaban ideal: Klausul pembatalan jelas: work-in-progress yang sudah selesai diserahkan ke klien, pembayaran proporsional dengan pekerjaan yang sudah dikerjakan.
🚩 Red flag: Tidak ada klausul pembatalan sama sekali, atau "pembayaran hangus" tanpa pengecualian. Anda berhak mendapatkan pekerjaan yang sudah Anda bayar — titik.
Pertanyaan Tambahan yang Sering Ditanyakan (FAQ)
Berapa pertanyaan yang harus ditanyakan ke vendor website company profile?
Minimal 20–25 pertanyaan dari 6 kategori utama (brief, desain, teknologi, SEO, garansi, harga) — atau gunakan semua 33 pertanyaan di artikel ini sebagai baseline. Tidak perlu menanyakan semuanya dalam satu meeting: prioritas 20 pertanyaan inti di meeting pertama, lalu sisanya untuk meeting lanjutan atau via email.
Apa pertanyaan paling penting sebelum deal jasa website?
Tiga pertanyaan krusial: (1) Apakah source code diserahkan ke klien? (2) Berapa lama masa garansi dan apa yang dicover? (3) Bagaimana skema pembayaran? Jawaban vendor di tiga pertanyaan ini langsung mengungkap apakah mereka layak dipercaya. Kalau vendor menjawab ketiganya dengan baik, kemungkinan besar mereka juga profesional di aspek lain.
Bagaimana cara tahu vendor website itu profesional dari jawabannya?
Vendor profesional menjawab spesifik dan terukur — bukan "nanti kita lihat" atau "semua bisa." Mereka punya proses yang jelas, transparan soal harga, dan tidak takut menunjukkan portofolio live. Perhatikan juga konsistensi: jawaban yang berbelit-belit atau berubah-ubah antar sesi meeting adalah tanda masalah.
Bolehkah minta referensi klien vendor sebelum deal?
Sangat boleh — dan seharusnya. Vendor profesional punya 2–3 klien yang bersedia dijadikan referensi. Kalau vendor menolak atau berdalih, itu red flag signifikan. Saat menghubungi referensi, tanyakan: apakah proyek selesai tepat waktu? Apakah ada biaya tambahan yang tidak terduga? Apakah support setelah launch memuaskan?
Apakah harus tanya soal source code ke vendor website?
Wajib. Tanpa source code, Anda terkunci ke vendor tersebut selamanya. Pastikan kontrak menyebutkan bahwa 100% source code dan repository diserahkan setelah pembayaran lunas. Ini bukan soal tidak percaya — ini soal melindungi investasi bisnis Anda.
Langkah Selanjutnya
Anda sekarang punya 33 pertanyaan lengkap untuk meeting dengan vendor website company profile. Cetak atau simpan artikel ini, bawa ke setiap meeting, dan catat jawaban vendor dengan teliti. Perbandingkan jawaban dari 2–3 vendor yang Anda shortlist — pola jawaban akan langsung terlihat mana yang profesional dan mana yang perlu dihindari.
Kalau Anda mencari layanan website company profile yang bisa menjawab semua pertanyaan di atas dengan transparan, kami siap berdiskusi — tanpa red flag, tanpa biaya tersembunyi.


